Indonesian

Title Type
Download The Little REDD+ Book (Bahasa Indonesia) Page
AMERIKA SERIKTA (USA)
Amerika Serikat memandang bahwa upaya-upaya untuk mengurangi deforestasi hutan harus dilakukan dengan konteks yang luas pada upaya pengelolaan hutan dan pembangunan yang berkelanjutan. Deforestasi hutan merupakan sumber emisi yang besar, dan emisi ini juga terjadi akibat degradasi lahan dan oleh...
Proposal (Government)
Tuvalu
Tuvalu menyarankan bahwa, pertama, definisi deforestasi dan degradasi hutan perlu dikembangkan agar dapat meminimalisasi potensi hasil yang tidak menguntungkan dan oleh karena itu pelestarian cadangan karbon yang ada harus dilakukan di luar mekanisme REDD karena tidak ada emisi yang diperdagangkan...
Proposal (Government)
Panama
Panama mengajukan mekanisme REDD dua jalur yang terdiri dari jalur ganti rugi yang didanai oleh pasar dan jalur non ganti rugi yang dibayar oleh pendanaan yang ada. Sebuah mekanisme REDD+ dengan dua jalur yang fleksibel bertujuan untuk mengakomodir beberapa aktifitas yang terkait dengan REDD. Jalur...
Proposal (Government)
NORWEGIA
Norwegia percaya bahwa fokus REDD harus tertuju pada deforestasi dan degradasi hutan karena tingginya tingkat emisi dari aktifitas ini. Namun mengakui bahwa ada negara-negara dengan laju historis deforestasi yang rendah tetapi berpotensi menaikkan laju deforestasi di masa yang akan datang, dan...
Proposal (Government)
SELANDIA BARU
Setiap mekanisme REDD harus menyediakan sumber daya keuangan yang memadai kepada negara-negara berkembang untuk memberikan kompensasi keuntungan ekonomi atas upaya mengurangi deforestasi dan degradasi hutan. Untuk menyediakan sumber keuangan utama agar dapat melaksanakan REDD, pendekatan atas dasar...
Proposal (Government)
MEKSIKO
Agar dapat meningkatkan aktifitas REDD dengan biaya yang efektif, maka secara mendasar perlu mempertimbangkan keikutsertaan dalam pasar karbon. Meksiko mempertimbangkan bahwa pembahasan tentang bagaimana mengintegrasikan aktifitas REDD dengan pasar karbon harus dilaksanakan dalam konteks Review...
Proposal (Government)
Malaysia
Malaysia percaya bahwa pendekatan kebijakan REDD harus berdasarkan pada langkah-langkah yang diambil dan biaya kesempatan yang terdahulu. Negaranegara berkembang yang telah mempertahankan hutan alam yang luas akan mendapat tekanan yang besar untuk mengkonversikan hutan mereka menjadi areal...
Proposal (Government)
JEPANG
Jepang mengakui bahwa penting untuk mengurangi perusakan hutan dan dan kemudian penting juga untuk mengganti hilangnya luas hutan dunia melalui Pengelolaan Hutan yang Berkelanjutan (SFM), yaitu melalui perlindungan, restorasi, aforestasi, dan penanaman hutan serta peningkatan upaya untuk mencegah...
Proposal (Government)
Indonesia
Indonesia menyatakan bahwa penggunaan definisi tunggal untuk deforestasi hutan diperlukan untuk memastikan keadilan dalam memberikan insentif kepada negaranegara berkembang. Aksi sukarela yang memenuhi syarat untuk kompensasi harus memasukkan aktifitas penanaman pengayaan hutan skunder, pengurangan...
Proposal (Government)
India
India menyoroti bahwa usulan Brazil untuk kompensasi pengurangan emisi tidak adil karena hanya untuk negara-negara dengan laju deforestasi hutan yang tinggi, dan oleh karena itu mengusulkan sebuah mekanisme “Kompensasi Konservasi” yang juga memberikan penghargaan kepada negara-negara yang...
Proposal (Government)
UNI EROPA (EU)
Uni Eropa (EU) mengusulkan bahwa kebijakan harus berfokus pada insentif positif untuk mengurangi emisi dari deforestasi dan degradasi hutan sembari mempromosikan konservasi, pengelolaan hutan berkelanjutan (SFM) dan peningkatan cadangan karbon hutan. Uni Eropa lebih menyukai pendekatan insentif...
Proposal (Government)
KOMISI HUTAN AFRIKA TENGAH (COMIFAC)
Untuk mendapatkan keuntungan yang riil dan dapat diukur untuk iklim, Komisi Hutan Afrika tengah (Central African Forest Commission/COMIFAC) menyatakan bahwa pendekatan kebijakan dan insentif positif harus berdasarkan pendekatan investasi yang dirancang untuk menghadapi dinamika sektor hutan yang...
Proposal (Government)
Kolumbia
Mekanisme yang diusulkan harus konsisten dengan prinsip pasar karbon dan bergantung pada prasarana teknis dan kelembagaan yang sudah ada. Kolumbia percaya bahwa setiap negara harus mampu memilih apakah menggunakan tingkat referensi nasional atau sub nasional dan menyarankan bahwa permasalahan...
Proposal (Government)
Cina
Cina mengajukan sebuah mekanisme REDD yang melakukan pengurangan emisi secara merata dari deforestasi dan degradasi hutan di negara-negara berkembang, dan peran konservasi, pengelolaan hutan berkelanjutan, dan peningkatan cadangan karbon hutan di negara-negara berkembang. Pelaksanaan REDD harus...
Proposal (Government)
KOALISI NEGARA-NEGARA HUTAN HUJAN TROPIS (CfRN)
Mengakui bahwa keadaan nasional berbeda-beda di negara-negara berkembang, CfRN mengajukan langkah-langkah implementasi untuk memaksimalkan keikutsertaan dalam aktifitas REDD. Perpindahan di antara kategori-kategori bersifat sukarela dan aktifitas diantara kategori-kategori dapat terjadi terus dalam...
Proposal (Government)
Brazil
Brazil mengusulkan penetapan pendanaan sukarela di negara-negara maju yang menyediakan sumber daya pembiayaan sebagai tambahan untuk aktiftas pendanaan yang sudah ada. Negara-negara berkembang berhak atas insentif pasca pembiayaan dari mulai persiapan hingga pelaksanaanya secara transparan dan...
Proposal (Government)
Australia
Proposal Australia untuk mekanisme pasar karbon hutan memasukkan pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan dan juga peningkatan penghilangan emisi melalui aforestasi dan reforestasi hutan dengan memasukkan sektor lahan sebagai hal yang penting di masa yang akan datang. Mekanisme ini...
Proposal (Government)
ALIANSI NEGARA-NEGARA KEPULAUAN KECIL (AOSIS)
AOSIS percaya bahwa pertimbangan semua aksi di dalam agenda REDD harus memastikan bahwa tidak ada konswekensi yang negatif terhadap keanekaragaman hayati ataupun mata pencaharian orang-orang pribumi atau masyarakat lokal dan harus mengeksplorasi adanya peningkatan permintaan yang mendorong laju...
Proposal (Government)
The Woods Hole Research Center (WHRC)
The “stock-flow with targets” approach by WHRC proposes a new allocation Pendekatan “aliran cadangan dengan target” yang diusulkan oleh WHRC mengajukan mekanisme alokasi baru untuk mengatasi permasalahan dalam proposal-proposal saat ini. Cattaneo dkk menggunakan pendekatan “kompensasi pengurangan...
Proposal (NGO)
The Nature Conservancy (TNC)
Untuk mengatasi kekhawatiran mengenai integritas, pemerataan, efisiensi, dan efektifitas, TNC mempergunakan elemen-elemen dari “Pendekatan Aliran Cadangan” sama seperti proposal Brazil dan COMIFACs. Tingkat emisi referensi ditetapkan menggunakan rata-rata historis emisi nasional 10 tahun seterusnya...
Proposal (NGO)
Terrestrial Carbon Group (TCG)
TCG menunjukkan bahwa semua jenis karbon terrestrial penting untuk mengatasi perubahan iklim dan oleh karena itu harus dimasukkan dalam semua upaya tanggap perubahan iklim di masa yang datang. Pada awalnya terrestrial ini mencakup lahan gambut, hutan, dan tanah yang dapat menjadi hutan skunder;...
Proposal (NGO)
Joint Research Centre (JRC)
JRC mengajukan mekanisme penghitungan baru untuk REDD yang menghargai upaya penurunan deforestasi hutan oleh negara-negara dengan tingkat konversi hutan yang tinggi, dan mempertahankan tingkat konversi hutan yang rendah di negara-negara lain. Mollicone dkk berpendapat bahwa jika sebuah mekanisme...
Proposal (NGO)
Joanneum Research
“Pendekatan Koridor” yang diserahkan oleh Joanneum Research, Joanneum Research, UCS, WHRC, IPAM mengajukan penggunaan koridor – yaitu jarak antara tingkat referensi yang tinggi dan rendah – untuk mengatasi permasalahan faktor tahunan yang berbeda yang mendorong laju deforestasi. Negara-negara akan...
Proposal (NGO)
International Institute for Applied Systems Analysis (IIASA)
Proposal IIASA bertujuan untuk membahas dua persyaratan kunci untuk mekanisme REDD; pertama, pengembangan kredit REDD yang dapat diukur, dilaporkan, dan diverifikasi (MRV), dan kedua ketetapan pengurangan emisi yang berkelanjutan. Untuk memastikan kredit MRV, IIAS mengajukan pemodelan skenario...
Proposal (NGO)