India
India menyoroti bahwa usulan Brazil untuk kompensasi pengurangan emisi tidak adil karena hanya untuk negara-negara dengan laju deforestasi hutan yang tinggi, dan oleh karena itu mengusulkan sebuah mekanisme “Kompensasi Konservasi” yang juga memberikan penghargaan kepada negara-negara yang mempertahankan dan meningkatkan luas hutan mereka sebagai akibat upaya konservasi. Dengan begitu, India akan mendukung metodologi umum yang i) mengkaji perubahan cadangan karbon dan emisi gas rumah kacar (GRK) sebagai akibat program konservasi dan pengelolaan hutan yang berkelanjutan, dan ii) pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan.
India menyatakan bahwa, karena cadangan karbon hutan tidak memasukkan aliran karbon, maka tidak mungkin untuk menghubungkan cadangan ini dengan Pasar Penyedia Karbon Global (Global Carbon Compliance Market) dan akibatnya kompensasi terhadap upaya mempertahankan cadangan karbon hutan tidak bisa bersifat sukarela bagi negara-negara maju. Hal ini menempatkan pembayaran ini terbatas pada pendanaan “donor” dan, menilai hanya dari historis aksi perubahan iklim akan menurunkan nilai kompensasi. Oleh karena itu, pembayaran kompensasi harus menggunakan norma-norma untuk penilaian, dalam BAP yang telah disepakati, yang terkait dengan tanggung jawab dan kemampuan setiap negara maju.
Sebaliknya, dengan adanya monitoring dan penilaian perubahan aliran karbon hutan, maka akan lebih layak untuk memberikan insentif positif kepada REDD dengan memasukan kredit REDD di dalam pasar penyedia karbon global. Namun India mengakui bahwa aliran kredit REDD akan sangat besar dan kita mungkin perlu membatasi tingkat komitmen mitigasi gas rumah kaca (GRK) yang akan dicapai negara maju melalui penggunaan kredit REDD.

