Tuvalu

Date: 
May, 2009
UNFCCC Document Code: 
FCCC/SBSTA/2007/MISC.2/Add.1
FCCC/SBSTA/2007/MISC.14
FCCC/SBSTA/2007/MISC.14/Add.3
FCCC/SBSTA/2009/MISC.1/Add.1
FCCC/AWGLCA/2009/MISC.4/Add.1
Summary: 

Tuvalu menyarankan bahwa, pertama, definisi deforestasi dan degradasi hutan perlu dikembangkan agar dapat meminimalisasi potensi hasil yang tidak menguntungkan dan oleh karena itu pelestarian cadangan karbon yang ada harus dilakukan di luar mekanisme REDD karena tidak ada emisi yang diperdagangkan.

Menetapkan pengurangan emisi tanpa acuan dasar akan mengakibatkan permasalahan yang mendasar. Mungkin sulit untuk menentukan apakah satu kawasan yang sudah diperuntukkan untuk pembalakan atau perusakan hutan, atau tidak sama sekali dan oleh karena itu pertimbangan perlu dibuat apakah acuan dasar berdasarkan pada emisi bersih atau emisi kotor. Menetapkan penilaian secara aktual dari acuan dasar ini akan membantu mengatasi permasalahan ini.

Tuvalu menyoroti tiga pendekatan pasar untuk REDD, akan tetapi mengakui bahwa ada komplikasi mendasar dengan pendekatan-pendekatan ini yang perlu diatasi sebelum keputusan dibuat untuk mengadopsi mekanisme-mekanisme ini. Hal in termasuk resiko kebocoran karbon pada tingkat proyek, kebanjiran pasar karbon, dan kesulitan dalam pengukuran. Tuvalu menyarankan bahwa solusi yang memungkinkan untuk masalah ini yaitu: penggunaan pendekatan nasional untuk permasalahan kebocoran karbon, pasar ganda, peningkatan target Annex I, atau kredit REDD yang dikurangi untuk menghindari devaluasi pasar, dan ketersediaan metodologi pencitraan jarak jauh (remote sensing) dan metodologi pencitraan lahan di negara-negara berkembang untuk pengukuran yang konsisten.Tuvalu juga mengusulkan bahwa sumber pendanaan non pasar harus dikembangkan dan dapat digunakan untuk mendukung peningkatan kapasitas dan percepatan aksi REDD. 

Options
Scope: 
Deforestation
Scope: 
Degradation
Scope: 
Enhancement
Financing: 
Voluntary fund
Financing: 
Phased approach
Scale: 
National